Rabu, 05 Agustus 2015

Anniversary 4th VERIS ( Vega Rider Surabaya )

Hai bro and sist...
Kali ini ane mau memberikan gambaran kemeriahan Anniversary 4th VERIS pada hari sabtu, 01-08-2015 yang bertempatan di lapangan Panglima Sudirman, Surabaya. Berikut liputannya :

Pukul 19.00 WIB tiba di Pos 2 dari tim penjemput VERIS yang berada di POM Bensin Margomulyo, disana sudah ditunggu oleh beberapa teman bikers lainnya pastinya temen bikers yang berada di daerah surabaya barat dan sekitar. Tepat pukul 20.00 WIB, Tim penjemput VERIS dan para teman bikers lainnya berangkat menuju lokasi acara yang bertempat di Lapangan Panglima Sudirman, Surabaya

Pukul 20.30 WIB, rombongan dari tim penjemput pos 2 dan para teman vickers lainnya tiba. Kami disambut dengan meriah oleh para teman vickers lainnya yang sudah berkumpul di Lapangan Panglima Sudirman dimana tempat acara Anniversary 4th VERIS berlangsung. Ratusan bikers dari berbagai daerah turut memeriahkan acara ini, dan ini pencapaian yang luar biasa dari VERIS yang di nahkodai oleh 18 anggota. Tidak hanya para bikers saja yang turut memeriahkan acara ini, acara ini juga dimeriahkan oleh dangdutan, meskipun terkesan sederhana namun tetap meriah. 


Para Panitia Anniversary 4th VERIS yang sibuk mengatur jalannya acara. Good job guysss....!!!


Bro Galang #013 VERIS


Akhirnya di puncak acara dari Anniversary 4th VERIS dengan pemotongan tumpeng oleh beberapa pendiri dan perwakilan VERIS yang diberikan kepada perwakilan dari pihak Yamaha. Dan puncak acara ini sekaligus menjadi akhir dari rangkaian acara Anniversary 4th VERIS 


Sekian liputan dari ane, kurang lebihnya aneh ucapkan minta maaf yang sebesar-besarnya. Jika ada saran dan kritik bisa hubungi :
Rilis by : Rynno ( Admin / Fresh Member Verza Surabaya )
Contact : 083117773658 / aurynnomahardhika@gmail.com

Sabtu, 01 Agustus 2015

Berikanlah Hak Untuk Para Pejalan Kaki

Hai Bro and sist...

Kali ini ane akan sedikit sharing tentang pentingnya zebra cross yang berada tepat di depan traffic light

Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 106 Ayat (2). Dalam UU ini disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.

Mungkin dari Peraturan Undang undang yang sudah ada, kita harus bisa menyikapinya dengan bijak dan saling menghormati satu sama lain yakni antara pejalan kaki dengan pengendara Roda 2 maupun Roda 4. Lebih baik bagi pengendara sendiri berhenti tepat di belakang stop line pada saat lampu merah atau berhenti. Jika kita melanggar, tentunya kita pasti mendapatkan peringatan atau sanksi berupa tilang dari petugas yang bertugas. Namun nyatanya dari beberapa kasus yang berada di lapangan, terkadang ada traffic light yang tidak dijaga oleh petugas dan kadang kala juga bila ada petugas, petugas tersebut malah menghiraukan sikap dan perilaku para pengendara
Apa sih yang membuat pengendara itu sering melewati stop line ?
1. Mungkin mereka terburu buru, sehingga ingin maju lebih depan hingga garis pembatas atau stop line bahkan tepat di zebra cross
2. Mungkin mereka tidak tau bahwa batas berhenti kita berada di stop line tersebut, jadinya mereka menghiraukan dan merasa tidak bersalah
3. yang terakhir ini hampir sama yg ke 2, tapi aslinya mereka tau bahwa titik berhenti mereka berada di stop line, ya... sengaja aja mumpung petugas kagak ada dan faktor keburu juga....


Hehehehe.....
Tuh yang pakai box siapa yaa...? Oh, ya ini foto candid ane pada saat memergoki salah satu member Verza Surabaya yang pada saat itu dia melewati garis pembatas atau stop line....
Ya meskipun tidak ada petugas, tapi sudah kena hukuman kok dari club sendiri hehehe....
Jangan ditiru ya Bro and Sist....hehehe....

Sekian ulasan dari ane tentang "Berikanlah Hak Untuk Pejalan Kaki". Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya, ane ucapkan mohon maaf yang sebesar besarnya. Akhir kata, Wassalam.....

Rilis by : Rynno (Admin / Fresh Member Verza Surabaya)
Contact : 083117773658 / aurynnomahardhika@gmail.com

Rabu, 29 Juli 2015

Karakteristik Stang Byson dan Stang Renthal (trail)

Hallo bro dan sist...
Kali ini ane mau sedikit sharing tentang karakteristik antara stang Byson dan stang Renthal. Berikut ulasannya :

Stang Byson :

 1. Stang ini memiliki berat yang cukup ringan dan berpengaruh saat kita berbelok yang juga terasa ringan
2. Memiliki bentuk fisik yang terkesan flat /datar
3. Meskipun bentuknya flat / datar, stang ini sedikit membentuk tanduk di bagian ujung / pegangan gas
4. Posisi riding yang sedikit membuka jarak lebar antara kedua lengan tangan
5. Untuk pemakaian stang Byson, kalau bisa menggunakan raiser tegak. Karena mengingat stang ini memiliki bentuk yang flat / datar
6. Untuk harga, memiliki harga yg cukup terjangkau antara 70-80 ribu (beda tempat, beda harga cuyyy... hehehehe....)

Stang Renthal (Trail) :

1. Stang ini memiliki berat yang sedikit mirip dengan stang Byson yang cukup ringan, namun stang Byson lebih ringan daripada stang Rental ini.
2. Stang Renthal memiliki bentuk yang flat / datar, namun sedikit lebar dibandingkan stang Byson yang memiliki selisih jarak 4 - 5 cm.
3. Memiliki stabilizer agar posisi stang tetap stabil dan menjadi ciri khas stang jenis trail ini.
4. Memiliki posisi riding yang melebar antara jarak kedua lengan kita dan lebih lebar dibanding jenis stang lainnya.
5. Hampir sama dengan stang Byson, pemakaian stang Renthal ini menggunakan raiser tegak yang menyesuaikan posisi riding kita pada saat menggunakan stang ini

Rilis by : Rynno (Admin / Fresh Member Verza Surabaya)
Contact : 083117773658 / aurynnomahardhika@gmail.com

Jumat, 10 Juli 2015

Alasan Memilih Off-road

Hallo bro and sist....
Kali ini ane akan membahas tentang "Alasan Memilih Offroad"dallam modifikasi Si Kuda Besi ane. Sesuai namanya "Off-road" yang berarti sebuah kendaraan yang di desain untuk medan yang cukup berat / terjal. Dari segi bentuk, memang Off-road sangat berbeda dangan motor jenis On-road.



Nah, pada pembahasan ini merupakan pengalaman pribadi ane dalam merevolusi penampilan Si kuda besi, mulai dari On-road hingga menjadi Off-road.






Mengapa ane beralih dari On-road ke Off-road ?. Awalnya, pada saat ane merasakan dampak negatif dari modifikasi On-road yang kebetulan ane pakek half fairing. Nah, pada awalnya sih fine-fine aja, tapi lama kelamaan half fairing ini membuat Kuda Besi ane makin berat jika dipacu dalam kecepatan tinggi dan dampak lainnya terdapat pada tangki ane yang meninggalkan beberapa goresan yang diakibatkan pemakaian half fairing. Emang sih... pada waktu itu ane kasih bantalan antara jarak tangki dengan half fairing, tapi lama kelamaan bantalan itu semakin tipis karena gesekan-gesekan kecil yang terdapat di antara half fairing dengan tangki.

Selain alasan yang ada di atas tadi, alasan lainnya yakni modifikasi Off-road merupakan modifikasi simple dan tergolong murah,  Kenapa ?. Untuk motor jenis Honda Verza 150 seperti punya ane nih.. Cukup dengan membeli beberapa komponen yang mendukung seperti spakbor depan trail, spakbor depan namun di pasang bagian bawah (bila perlu), spakbor belakang punya honda CS 1 atau sport yang minimalis lainnya (bila perlu), peninggi skok depan dan belakang. Sudahhh... Ini. aja.... Dengan memasang beberapa part pendukung Off-road  itu, dijamin motor ente bakalan tampil tinggi, gagah dan sangar. Dan hal ini diungkap oleh Bro Ery Panda (VS-002).

Mungkin cukup sampai disini dulu sharing tentang " Alasan memillih Off-road ". Semoga isi dari blog ini bisa berguna dan bermanfaat bagi pembaca. Jika ada salah-salah kata dan tutur bahasa dari blog ini, ane minta maaf yang sebesar-besarnya. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan Wassalam'

Rilis blog by : Rynno (Admin / Fresh Member Verza Surabaya)
Contact : 083117773658
E-mail : aurynnomahardhika@gmail.com


Kamis, 09 Juli 2015

Kick Stater di Pagi Hari

Haiii... Bro dan sis...
Kali ini ane akan membahas pentingnya menggunakan kick stater di pagi hari ketimbang menggunakan electric stater pada saat memanaskan kuda besi kita.

Mungkin dari kebanyakan orang lebih memilih atau nyaman menggunakan electric stater ketimbang menggunakan Kick stater pada saat memanaskan motor di pagi hari. Padahal, electric stater itu lebih memberi beban yang cukup besar pada aki, apalagi pada saat pagi hari yang notabene keadaan mesin atau motor dalam kondisi dingin atau istirahat semalaman.

Nah, jika kita terlalu sering menggunakan electric stater apalagi di pagi hari, akan mengakibatkan umur pendek pada aki atau bahasa kerennya itu SOAK....

Hal ini pernah ane alami pada waktu pertama kali punya si Veve ( honda verza 150 ). Awalnya, ane gak peduli atau lebih tepatnya gak paham motor. Hehehe.... Pada saat itu hampir tiap pagi bahkan sering, ane panasin si Veve pakek electric stater. Dan pada saat jalan 1 tahun, Veve ane punya kendala di electric stater yang gak bisa ane nyalain secara normal. Lalu, ane bawa tuh Veve ke bengkel resmi honda Ahass. Setelah di periksa sama mekaniknya, ternyata aki ane soak. Lalu ane tanya ke mekaniknya. "Pak kenapa tuh motor saya akinya bisa soak ? Padahal kan nih motor baru jalan 1 tahun". Mekaniknya bilang, " kalau soal umur aki, memang kita tidak bisa prediksi mas. Mungkin ini dari cara pemakaian masnya setiap harinya. Apa tiap pagi masnya sering pakek kick stater pada saat memanaskan motor ?". Ane jawab," Waduh, kayanya saya gak pernah tuh pak pakek kick stater, saya lebih sering pakek electric stater karena lebih praktis pak". Mekanik bilang ," Nah itu mas salah satu faktornya yg buat aki di motor masnya jadi soak. Karena pada saat keadaan motor istirahat lama atau pagi hari, motor dalam keadaan dingin dan jika masnya pakek electric stater langsung, beban aki sangat besar atau lebih singkatnya kaget. Nah lebih baik mulai sekarang sampeyan pakai kick stater mas tapi kalo bisa dikombinasikan antara kick starter dengan electric stater. Ane jawab. " oh... Gitu ya pak...".

Nah, dari sini Ane mulai sering pakek kick stater pada saat panasin motor di pagi hari ketimbang pakek electric stater yang notabene lebih memberikan beban yang terlalu besar. Apalagi aki yang dipakek sama si Veve motor injeksi saat ini kebanyakan menggunakan aki kering yang notabene sekali pakek dan harganya juga cukup mahal. Yah, mungkin bro dan sis bisa bayangin dari cuplikan cerita ane tadi yang ada di atas


Diusahakan pada saat panasin motor,  usahakan matikan lampu utama motor agar kinerja aki atau pengisian aki menjadi optimal. Kebetulan Veve ane, holder kirinya sudah ane ganti holder kirinya vixion hehehehe.... Tapi buat yang belum kaya ane atau lampu motornya menyala secara otomatis pada ssat mesin nyala, gak masalah juga yang penting tiap pagi diengkol tuh kick staternya. hehehehehe....
Sekian pembahasan dari ane tentang penggunaan kick stater di pagi hari. Jika ada salah tutur bahasa yang ada dalam blog ini, saya ucapkan banyak-banyak minta maaf. Saran atau kritikan bisa dicantumkan pada kolom komentar

Rilis blog by : Rynno ( admin/fresh member VERSUS )
Contact : 083117773658
E-mail : aurynnomahardhika@gmail.com

Rabu, 08 Juli 2015

ANNIVERSARY 12 TAHUN OTOPLUS

Prestasi demi prestasi telah dibuat Otoplus, tapi semua itu tidak membuat Otoplus berhenti berlari, februari lalu Otoplus mendapatkan penghargaan The Best of Special Interest Tabloid dari IPMA (Indonesia Print Media Award). Raihan ini diperoleh lewat content dan desain yang unik dan menarik.

Ya, Otoplus terus berbenah demi pembacanya…

DREAM BIG, START SMALL, ACT NOW
MIMPI BESAR, MEMULAI DENGAN SESUATU YANG KECIL, KEMUDIAN ACTION…

Itulah tema yang sangat tepat untuk menggambarkan 12 tahun perjalanan OTOPLUS menemani pembacanya, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan otomotif Tanah Air.

Sore ini (7/7), rekan-rekan klub motor dibawah naungan SHC (Surabaya Honda Community) beserta Bp. Fariz Wibowo dari MPM mengunjungi markas besar OTOPLUS di gedung Kompas Jemursari, kunjungan rekan komunitas motor adalah untuk ikut merayakan 12 tahun OTOPLUS.

OTOPLUS selalu mendapat tempat di hati para bikers pecinta otomotif Indonesia, karena peran serta OTOPLUS bisa memberikan referensi di bidang teknologi, hobby, modifikasi, tips, dan olahraga otomotif dalam dan luar negeri. Dan sudah menjadi komitmen kalian juga utk terus memberi (to give) dan berbagi (to share) dlm bentuk liputan, ulasan, dn kegiatan-kegiatan otomotif yg bs membangun hingga bisa mencerdaskan bagi pembacanya.

Bro Koko (Wakil Ketua)  Versus

Atas nama Pengurus beserta seluruh memberVerza Surabaya (VERSUS) mengucapkan”SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-12″, Semoga pengabdian Tabloid OTOplus dlm dunia otomotif di Indonesia tak akan pernah berhenti. Bravo OTOPLUS.

Daftar nama para punggawa OTOPLUS.
1. Dimas (Visual Editor)
2. Kukuh (Reporter)
3. Dedy (Secretary)
4. Anang (Grafic Design)
5. Indra (Editor)
6. Dian (Reporter)
7. Dodo (Reporter)
8. Abbas (Reporter)
9. Kipli (Grafic Design)
10. Wiwit (Reporter)
11. Tyo (Promotion)
12. Arik (Brand Activation)
13. Achmad Riswan (Editor in Chief)

Wah ramai kan acaranya…mengingat ultah ini, admin (verzasurabaya.wordpress.com) ada kenangan manis bersama Otoplus.

Yup…dapet knalpot nobi SS prototipe

Copy by : https://verzasurabaya.wordpress.com/2015/07/07/annivesary-12-tahun-otoplus/#more-1443

Selasa, 16 Juni 2015

Dibalik Perjalanan Jelajah Tipografi 2

Hai Bro n Sis, Gimana kabarnya nih ???. Sebelumnya, selain saya salah satu member Verza Surabaya, saya merupakan mahasiswa DKV'13 UPN "Veteran" Jawa Timur, Surabaya. pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan "Dibalik Perjalanan Jelajah Tipografi 2" yang dimana merupakan tugas dari mata kuliah DKV'13 UPN yakni Tipografi 2. Nama tugas Tipografi 2 ini adalah tugas "iluminasi deformasi" yang diwujudkan dalam bentuk sign/tanda berupa nama sebuah tempat yang ada di Tulungagung, Jawa Timur. Nama tempat tersebut adalah Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang.

Sebelum saya dan teman - teman saya membuat sign/tanda untuk Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang,terlebih dahulu dibuat beberapa kelompok yang terbagi menjadi 6 Kelompok, berikut pembagian kelompok tersebut :

-Kelompok 1 (Sign/tanda kecil berupa papan kata penyemangat menuju Pantai Sanggar)
-Kelompok 2 (Sign/tanda Besar berupa nama dari Pantai Sanggar itu sendiri yang berada di Pantai Sanggarnya)
-Kelompok 3 (Sign/tanda besar berupa nama dari Pantai Pathuk Gebang yg berada di Puncak bukit/ tepat setengah perjalanan menuju Pantai Pathuk Gebang)
-Kelompok 4,5,6 (Sign/tanda kecil berupa papan kata penyemangat dari Pantai Sanggar menuju Pantai Pathuk Gebang.

Pada kesempatan kali ini, saya tergabung dalam kelompok 3 yang berisikan 21 anggota dan merupakan kelompok dengan anggota yang paling banyak dari 6 kelompok yang sudah ditentukan. Hehehehehe....

Berikut rangkaian perjalanan Tim Jelajah Tipografi 2 ke Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang.

Jum'at, 12-06-2015 pukul 06.00 WIB. Rombongan Tim Jelajah Tipografi 2 yang berkisar sekitar kurang lebih 60 orang, stand by di halaman gedung FTSP (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan).Pada Pukul 09.00 WIB, Rombongan Jelajah Tipografi 2 berangkat menuju tulungagung menggunakan 3 ELF ukuran long dan 1 mobil box besar untuk mengangkut peralatan dan perbekalan selama disana. Namun, pada pukul 11.00 WIB kita rest di salah satu Masjid dipinggir jalan terlebih dahulu, tepatnya di daerah Kertosono. Karena bertepatan hari jum'at, Kita sebagai kaum laki-laki yang beragama islam untuk melakukan ibadah Shalat Jumat terlebih dahulu. Lalu, tepat pukul 14.00 WIB, kita melanjutkan kembali perjalanan menuju Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang, Tulungagung. Tepat pukul 17.00 WIB, kita tiba di desa terakhir atau desa terdekat Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang. Karena kendaraan yg kita bawa tidak bisa menuju lokasi Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang, terpaksa kita parkir di desa terakhir tersebut. Akses menuju lokasi Pantai sanggar dan Pantai Pathuk Gebang, hanya bisa ditempuh dengan motor/ojek dan tentunya jalan kaki. Sebelum kita menuju lokasi, kita terlebih dahulu beristirahat dan melakukan ibadah Shalat maghrib. Tepat pukul 19.30 WIB, Rombongan melakukan start perjalanan menuju lokasi dengan berjalan kaki yang ditempuh 1 jam 30 menit. Pada pukul 21.00 WIB, Rombongan tiba di lokasi pertama sekaligus tempat camp kita selama semalam yakni, Pantai Sanggar. Disitu para rombongan sibuk mendirikan tenda dan mempersiapkan makan malam. Ada juga beberapa teman-teman yang mengabadikan milky way/sekumpulan bintang-bintang yang indah diatas langit Pantai Sanggar dangan menggunakan camera DSLRnya masing-masing dan menjandikan pelepas lelah dan penat pada saat perjalanan.

Sabtu, 13-06-2015 tepat pukul 05.30 WIB, rombongan mulai prepare untuk tugas utamanya yakni memasang sign/ tanda disetiap tempat yang sudah ditentukan di Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang. Pukul 08.00 WIB briefing untuk lokasi pemasangan sign/tanda yang akan dipasang. Pukul 08.45 WIB tim Jelajah tipografi 2 mulai memasang sign/tanda sesuai kelompok dan tempat yang sudah ditentukan. Untuk saya yang kebetulan berada di kelompok 3, saya dan teman-teman kelompok 3 yang lain beserta dosen dan kelompok 4,5 dan 6 mulai melakukan perjalanan ke titik tempat pemasangan sign/tanda yang sudah ditentukan. Perjalanan kali ini menuju Pantai Pathuk Gebang cukup menguras tenaga ketimbang perjalanan sebelumnya menuju Pantai Sanggar. Meskipun jarak tempuhnya lebih panjang perjalanan dari desa terakhir menuju Pantai Sanggar, namun medan yang dilalui dari Pantai Sanggar menuju Pantai Pathuk Gebang cukup terjal dan berbahaya jika dikala musim hujan. Yang membuat kita cukup lelah menuju titik lokasi yang sudah ditentukan selain medan yg cukup terjal dan berbahaya yakni, kita juga membawa peralatan dan perbekalan yang cukup banyak diantaranya, balok dan papan kayu yang berukuran cukup besar, linggis, pacul, palu dll. Pada pukul 10.00 WIB, saya dan teman-teman kelompok 3 tiba di titik lokasi yang sudah ditentukan tepatnya berada di paling ujung/puncak bukit yang membelah antara Pantai sanggar dan Pantai Pathuk Gebang. Sedangkan kelompok 4,5 dan 6 melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang sudah ditentukan. Tepat pukul 14.00 WIB, Kelompok 3 sudah selesai memasang sign/tanda yang cukup besar bertuliskan "PATHUK GEBANG" yang berukuran per font/hurufnya 1,2 m x 1,8 m dengan bahan triplek dan penyangga kayu reng 4/6 dan tidak lupa kami mendokumentasikan hasil perjuangan dan kerja keras kami. Seiring dengan selesainya tugas kelompok 3, kelompok-kelompok yang lainnya pun telah menyelesaikan tugasnya masing-masing. Pukul 14.30 WIB, rombongan kelompok 3 menyusul rombongan kelompok 4,5 dan 6 yang sudah berada di Pantai Pathuk Gebang. Di sepanjang perjalanan kita melewati medan yang cukup terjal dan licin dengan posisi menuruni bukit. Perjalanan dari puncak bukit ke lokasi Pantai Pathuk Gebang melewati jalan setapak yang berada di tengah-tengah hutan. Hingga akhirnya tepat Pukul 15.00, saya dan rombongan kelompok 3 sampai di Pantai Pathuk Gebang yang indaaaahhhh bangeeetttt, dan terbilang masih perawan alias alami dengan ombaknya yang menghantam ke tepi tebing karang. Gilaaaa....!!!! Pokoknya indah banget dahhh.....hehehehehehehe......
Pukul 16.00 WIB, saya dan rombongan kelompok 3,4,5, dan 6 kembali menuju Pantai Sanggar dan prepare kembali menuju desa terakhir untuk pulang menuju Surabaya. Pada pukul 17.00 WIB, saya dan rombongan kelompok 3,4,5, dan 6 tiba di Pantai Sanggar untuk prepare menuju desa terakhir dengan membawa perbekalan yang sengaja ditinggal di salah satu warung Pantai Sanggar. Pukul 17.30 WIB, saya dan beberapa teman yang lain meninggalkan Pantai Sanggar menuju desa terakhir dengan menggunakan ojek karena kondisi saya yang kurang baik untuk melakukan perjalanan jalan kaki. Adapula beberapa teman-teman yang lain tidak menggunakan jasa ojek, namun mereka lebih memilih berjalan kaki sampai desa terakhir. Pukul 17.50 WIB, saya tiba di desa terakhir dan melakukan prepare untuk kembali ke Surabaya. Pukul 20.30 WIB, rombongan Tim Jelajah Tipografi 2 kembali pulang menuju Surabaya dan tepat pukul 01.30 WIB, rombongan Tim Jelajah Tipografi 2 tiba di Surabaya dengan selamat tanpa kekurangan apapun.

Sekian cerita dari perjalanan saya dan Tim Jelajah Tipografi 2 ke Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang. Jika ada salah-salah kata saya pribadi mengucapkan banyak-banyak minta maaf. Sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum, Wr, Wb

Rilis by : rynno (fress member Verza Surabaya)

Berikut dokumentasi selama berada di Pantai Sanggar dan Pantai Pathuk Gebang.

Perjalanan menuju puncak bukit / titik lokasi pemasangan tulisan "PATHUK GEBANG"
Proses memasang tulisan "PATHUK GEBANG"

Dokumentasi saat tulisan "PATHUK GEBANG" selesai dibuat

Keindahan Pantai Sanggar dari puncak bukit / lokasi pemasangan tulisan "PATHUK GEBANG"

Tulisan "PATHUK GEBANG" dilihat dari Pantai Sanggar

Narsis pada saat di lokasi pemasangan tulisan "PATHUK GEBANG". Hehehe...

Panorama Pantai Pathuk Gebang

Panoraman Pantai Sanggar di pagi hari

My Trip My Adventure dan Jelajah Tipografi 2 

Jumat, 05 Juni 2015

Pengalaman Mengikuti Kompetisi Safety Riding Honda 2015 Region Jawa Timur

Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya pada waktu mengikuti Kompetisi Safety Riding Honda 2015 Region Jawa Timur yang diikuti dari berbagai club di Jawa Timur.

Pada awalnya, saya dan 2 rekan saya mewakili Verza Surabaya yang kebetulan di minta dari SHC ( Surabaya Honda Community) untuk mengikuti Kompetisi Safety Riding 2015 Region Jawa Timur. Sebelum saya mengikuti kompetisi tersebut, saya dan 2 rekan dari Verza Surabaya untuk mengikuti beberapa training atau latihan terlebih dahulu di MPM Sedati, Sidoarjo agar kita dapat mengetahui, apa sih Kompetisi Safety Riding itu.....??? Apa saja yang diperlombakan dalam kompetisi ini...??? Tentunya, bagaimana mengendarai motor (laki) dengan baik dan benar ...???

Nah, seperti yang sudah saya ungkapkan tadi, Kompetisi ini memiliki banyak manfaat diantaranya, kita bisa mengetahui cara mengendarai motor khususnya motor laki/kopling dengan baik dan benar juga tentunya safety seperti nama kompetisi ini. Bener gak lurrr....???

Karena 2 rekan saya yang awalnya mewakili Verza Surabayapada kompetisi Safety Riding Nasional 2015 Region Jawa Timur berhalangan hadir. Maka pada hari H kompetisi ini, dari pihak Verza Surabaya hanya saya yang mengikuti kompetisi ini.

Pada kompetisi Safety Riding ini memiliki beberapa jenis yang diperlombakan diantaranya, Breaking, Nerrow Plank dan Slalom. Diantara ketiga jenis yang diperlombakan pada Kompetisi Safety Riding ini, pelajaran yang paling bisa saya ambil adalah ketika kita berangkat hingga sesampai tujuan, usahakan kita toleh kanan atau kiri serta posisi kaki yang menginjak tanah terlebih dahulu yakni kaki kiri dan pada waktu tikungan usahakan jangan menggunakan rem depan bada saat belok dan mengurangi kecepatan

Alasan:

- Toleh kanan atau kiri sebelum berangkat, yakni agar kita mengetahui situasi / keadaan belakang motor kita. Jika kita hanya melihat spion motor, kita tidak bisa melihat sepenuhnya posisi situasi dan kondisi yang ada di belakang motor kita.

- posisi kaki kiri menginjak tanah terlebih dahulu pada saat sebelum maupun sampai tujuan yakni tujuannya pada saat berangkat dikarenakan posisi motor sudah ready atau gigi 1, usahakan terlebih dahulu kaki kiri yang berpijak. Berbeda lagi pada waktu posisi motor dalam keadaan N (netral), kita bisa menggunakan kaki kanan sebagai tumpuan kita untuk berpijak, pada intinya kita pada saat mau berangkat, kita lebih nyaman memakai kaki kiri sebagai pijakan kita.

- Tidak dianjurkan untuk menggunakan rem depan pada saat kita berada pada tikungan, alasannya jika kita menggunakan rem depan dan tanpa menggunakan rem belakang sebagai penyeimbang pada waktu di tikungan, yang terjadi adalah kita kehilangan keseimbangan dan pastinya cinta tanah air alias terjatuh.... hehehehe.... Maka dari itu, dianjurkan pada setiap rider pada saat ditikungang dan ingin mengurangi kecepatan atau mengerem, usahakan menggunakan rem belakang dan manfaatkan engine break kita.

Mungkin sampai disini dulu cerita tentang pengalaman saya pada saat mengikuti Kompetisi Safety Riding Nasional 2015 Region Jawa Timur. Smoga bisa jadi inspirasi bagi dulur-dulur semua. Jika ada salah-salah kata dan perbuatan dari isi blog ini saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan saran bisa di kolom komentar

Salam One Heart dari saya, Rynno (Fress Member Verza Surabaya)

Beberapa dokumentasi dari Kompetisi Safety Riding Nasional 2015 Region Jawa Timur.